MUI Barito Kuala Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Pascapenyesuaian Harga BBM

MUI Barito Kuala Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Pascapenyesuaian Harga BBM
Bagikan artikel ini:
WhatsApp

MANDASTANA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Kuala menggelar kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi Fatwa sebagai upaya memperkuat ukhuwah sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Barito Kuala, H. M. Abda’i Rathami, S.Ag., bertempat di Masjid Adabul Khafazah, Kecamatan Mandastana, pada Jumat (03/4/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh agama, pengurus masjid, serta warga setempat guna membahas isu-isu keumatan terkini.

Dalam dialog interaktif tersebut, H. M. Abda’i Rathami menaruh perhatian khusus terhadap isu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah menjadi perbincangan hangat. Beliau secara humanis mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Menurutnya, menjaga kondusivitas daerah adalah bagian dari tanggung jawab moral setiap Muslim demi kemaslahatan bersama, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi yang cukup menantang saat ini.

“Kami memahami kegelisahan yang dirasakan warga. Namun, MUI berharap masyarakat dapat menyikapi kebijakan ini dengan bijak, sabar, dan tetap mengedepankan musyawarah. Jangan sampai isu ini memecah belah persaudaraan kita di Bumi Ije Jela,” ujar H. M. Abda’i Rathami di hadapan jamaah. Beliau menegaskan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak warga negara, namun harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai syariat dan aturan hukum agar tidak mencederai ketertiban umum.

Kegiatan ini ditutup dengan penegasan bahwa ketenangan batin dan persatuan sosial adalah modal utama dalam menghadapi segala ujian zaman. MUI Barito Kuala berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai perekat umat (khadimul ummah). Dengan semangat gotong royong dan tawakal, diharapkan Kabupaten Barito Kuala tetap menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, di mana masyarakatnya saling menguatkan dalam kondisi apa pun.


Berita lainnya